EKONOMINASIONAL

1.293 Kapal Laut Siap Layani Angkutan Natal dan Tahun Baru

IMG_20191121_120433

Jakarta, Dering24.com Menghadapi lonjakan penumpang pada periode Angkutan Laut Natal 2019 dan Tahun Baru 2020 (Nataru), Pemerintah menyiapkan 1.293 unit armada kapal laut dengan kapasitas 3,4 juta orang penumpang.

Direktorat Jenderal Perhubungan Laut (Ditjen Hubla) Kementerian Perhubungan (Kemenhub) memprediksi, akan terjadi peningkatan jumlah penumpang sebesar 1,84 persen atau sebanyak 1.191.786 penumpang dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya.

Menurut dia, lonjakan penumpang diprediksikan akan terjadi sejak 21 Desember 2019, yakni pada periode pra Natal. Kemudian pada 28 Desember 2019 untuk periode Nataru, dan 4 Februari 2020 untuk periode setelah Tahun Baru.

“Kondisi tersebut tentunya harus kita antisipasi bersama, sehingga harus diantisipasi dengan penyediaan sarana angkutan yang andal dan memadai,” ujar Direktur Lalu Lintas dan Angkutan Laut Kemenhub, Capt. Wisnu Handoko saat membuka Rapat Koordinasi (Rakor) Penyelenggaraan Angkutan Laut Natal 2019 dan Tahun Baru 2020 di Jakarta, Kamis (21/11/2019).

Menurut Capt. Wisnu, antisipasi perlu dilakukan terutama pada mobilitas dan jumlah ketersediaan kapal di daerah terpencil dan perbatasan yang sangat mengandalkan kapal perintis, dan kapal tradisional.

Selanjutnya, Capt. Wisnu juga mewajibkan seluruh perusahaan pelayaran untuk menayangkan jadwal layanan kapal, baik keberangkatan maupun kedatangan kapal selama masa angkutan Nataru ini melalui berbagai media informasi, terutama menggunakan media sosial yang saat ini sedang tren.

Selain itu, dalam menjamin keselamatan dan keamanan pelayaran pada masa liburan tersebut, juga telah diperintahkan kepada seluruh Unit Penyelenggara Teknis (UPT) untuk melaksanakan uji petik kelaiklautan kapal penumpang di seluruh pelabuhan, terutama pada pelabuhan yang melayani angkutan penumpang.

“Uji Petik kelaiklautan kapal ini sangat penting, terutama untuk memastikan terpenuhinya standar keselamatan pelayaran, sehingga seluruh moda kapal dapat melayani para penumpang pada masa liburan Natal dan Tahun Baru,” kata Capt. Wisnu.

Uji petik juga dilakukan untuk kapal-kapal yang menjelang docking dan kapal yang masa berlaku sertifikatnya hampir habis agar segera diperbaiki dan diperbarui.

Selain itu, perusahaan pelayaran juga diingatkan agar menggunakan e-ticketing untuk menghindari antrean dan calo. “Juga sediakan screening x-ray agar orang yang masuk ke kapal hanya mereka yang memiliki tiket,” ujarnya.

Bersamaan dengan penyelenggaraan angkutan laut tersebut, akan dilakukan pula kegiatan pemantauan dan pengendalian lalu lintas dan angkutan laut melalui Posko Angkutan Laut Natal 2019, dan Tahun Baru 2020 di seluruh pelabuhan di Indonesia, di mana terdapat 52 pelabuhan yang akan dipantau untuk melihat perkembangannya dari tahun ke tahun.

Sebelumnya, Direktorat Jenderal Perhubungan Darat juga telah menyelenggarakan Rakor Persiapan Angkutan Darat Nataru 2019-2020. Sejumlah hal terkait aspek keselamatan, keamanan, kesiapan infrastruktur hingga pengaturan operasional kendaraan barang, dan terkait penjualan dan tarif penyeberangan (ASDP) menjadi bahan bahasannya. (Ip)

Comment here